Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label life

Aku di Usia 26

Aku di usiaku yang akan genap 26 tahun. Sudah bukan abg apa lagi anak-anak. Aku hanya perempuan akhir jaman yang biasa-biasa saja.  Seorang istri dari seorang suami yang buat orang lain biasa-biasa saja. Tapi dia luar biasa di mataku.  Hei, aku akan berusia 26 tahun di saat usia pernikahan kami 5 tahun. Luat biasa, aku bahagia ya mencoba bahagia dengan apa yang sudah tuhan anugerahkan kepada kami berdua.  Kami memang belum memiliki keturunan tapi kami memiliki keluarga yang menyayangi kami apa adanya. Mencintai dan mendukung kami setiap saat. Kami bahagia hidup di kota orang, ya tentunya sebelum Covid-19 menyerang bumi tercinta kami.  Kembali ke aku yang akan berusia 26 tahun. Aku tak bisa membuat list apa saja pencapaian terbesarku, aku juga tak punya list apa saja impian ku yang terwujud selain menikah dengan dia? Atau apa hal yang sudah aku lakukan sehingga membuat orang tuaku bangga?  Mungkin tidak ada!  Tapi aku dan segala kekuranganku tetap bersyukur ...

Renungan Malam Bagian 1 (Move on dari Mantan)

Renungan Malam soal Mantan Temen pernah ngomongin soal  mantan? Mari merapat membahas mantan. Bicara soal mantan akhir-akhir ini pada banyak orang bahas mantan,  apa gara-gara Ibu kota Indonesia pindah ke Kalimantan apa gimana sih? Padahal kalau udah mantan ya udah lah ya, apa lagi yang harus di bahas, Mantan Terindah?  Ya ampun helloo...  Kalau terindah nggak bakal jadi mantan lah. Bener nggak sih? Harusnya kalau memang terindah nggak mungkin jadi mantan. Ada benarnya ada juga nggak benarnya karena dalam sebuah hubungan pasangan satu dan yang lainnya pasti mengalami hal yang tidak sama. Kasus yang berbeda pasti penyelesaiannya juga harusnya berbeda donk. Pada suatu ketika ada seorang teman datang menceritakan mantannya, dan dia bertanya apa perlu kita berteman dengan mantan? Apa jawabku?  Kenapa tidak! Berteman dengan Mantan Walaupun katanya nggak ada yang namanya pertemanan diantara laki-laki dan perempuan apa lagi sudah berstatus "...

Haruskan Ku Kejar Mimpi

Setelah sekian Lama aku  ingin mengubur mimpi-mimpiku karena merasa mimpi itu tidak akan jadi kenyataan. Dan sebuah kemustahilan bagiku untuk meraih mimpi itu. Masih Bolehkah Aku Mengejar Mimpi Itu ? Aku tidak tau bagaimana memulai mengejar lagi mimpi yang telah lama aku ingin tinggalkan. Mimpi yang mewarnai setiap hariku. Antara aku dan mimpiku . Seperti ada jarak yang jauh, tapi aku mampu melihatnya tanpa sanggup menggapainya. Ini Adalah Mimpiku ! Mimpiku kini sedikit berbelok dari mimpiku di masa lalu. Dulu aku bermimpi bisa menulis dan mempunyai pembaca kukira itu sudah cukup. Tapi kini mimpiku sedikit berubah. Aku bermimpi bisa nulis dan dibaca banyak orang kemudian aku dapat uang dari apa yang aku sukai. Ya ,  Yang Aku Sukai adalah menulis, seperti yang aku lakukan disini. Hanya sekedar iseng untuk sekarang. Karena untuk berfikir serius masih banyak yang aku belum paham. Disatu sisi aku ingin cepat mendapat hasil tapi disisi lain aku ...

Rambut Ku Depresiku

Merdeka.com Aku Benci Rambutku Hei,  kenapa aku bilang begitu?  Membenci rambutku sendiri! Bukannya itu pemberian Tuhan?  Sungguh!  Aku tak tau bersyukur!  Tidak,  itu memang benar. Waktu aku masih kecil aku sangat tidak suka dengan rambutku sendiri. Ya, mungkin karena punyaku tidak seindah punya orang lain. Begitulah hidup selalu saja melihat milik orang lain lebih bagus dari yang kita miliki sehingga membuat kita lupa untuk banyak bersyukur. Hei, aku punya rambut yang sedikit keriting dan susah diatur,  sedangkan dimataku rambut lurus panjang itu terlihat keren dan indah tentunya. Kau tau karena rambutku aku begitu malu menatap cermin,  bayangkan saja ada rambut yang keriting di kanan dan kiri poniku seolah kayak jambul burung hantu, taukan yang nampak kaya telinga pada burung hantu nah aku alami itu.  Sejak kecil aku tak suka rambut pendek sekalipun dulu aku berkutu (ah itu sungguh memalukan) dan ibuku selalu ingin m...

Sisi Lain Hatiku

Ma,  saat ini aku berkhayal ada di pangkuan mu. Aku bercerita tentang keluh kesahku selama ini, aku anakmu tapi aku tak seperti mu. Aku merasa tak mirip denganmu. Kau begitu tegar dan kuat,  kesabaran mu tak dapat aku takar betapa besar dan luas. Aku ingin menangis tapi aku tak sanggup melihat mu menatapku yang bersedih. Pinterest.com Kau tau mama? Aku selalu menasehati diriku sendiri kalau semua akan baik-baik saja dan segera berlalu. Itu satu-satunya kata yang membuatku merasa bodoh dan acuh dengan keadaan. Ma kapan aku menangis? Aku bahkan tak ingin ingat, aku harap itu sudah lama,  sekalipun kenyataannya adalah baru saja air mataku menetes. Apakah aku bisa sekuat engkau? Menjalani kenyataan hidup ini yang bagiku sulit aku cerna dengan akalku? Aku terlalu banyak bermimpi. Aku tau itu, aku harus berjalan dalam kenyataan yang aku sadari tak seindah bayanganku. Tapi aku bahagia ada engkau yang selalu memberi cinta,  dan juga dia yang selau menjadi...